Proses Terjadinya Jerawat dan Faktor Penyebabnya

Posted on

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada folikel sebecea. Penyakit kulit tersebut kebanyakan muncul di area kulit wajah. Proses terjadinya jerawat paling sering disebabkan oleh kulit yang kotor, berminyak, alergi dan masih banyak lagi. Ada beberapa tahapan terjadinya jerawat dari peradangan hingga muncul benjolan di kulit. Pembentukan jerawat dapat muncul di kulit wajah, punggung, dada, dan leher.

Selain faktor cuaca dan lainnya faktor makanan juga menjadi hal yang dapat menimbulkan jerawat. Oleh karena itu Anda harus pantang dalam melahap makanan terutama makanan seafood, kacang-kacangan.Berikut adalah ulasan lengkap seputar penyebab dan terjadinya jerawat. Baca Juga: Makanan Penyebab Jerawat

 

Penyebab dan Proses Terjadinya Jerawat

Penyebab dan Proses Terjadinya Jerawat
Penyebab dan Proses Terjadinya Jerawat

 

 

Jerawat terjadi melalui beberapa tahapan, dan berikut adalah proses atau tahapan demi tahapan pembentukan jerawat.

  1. Penyebab awal munculnya jerawat

Faktor pemicu jerawat bisa dari dalam tubuh atau pun faktor luar. Jerawat atau acne muncul dengan bintik hingga menjadi benjolan yang lebih besar dari waktu ke waktu. Pemicunya sendiri yang berasal dari faktor dalam tubuh adalah perubahan hormon. Sering kali jerawat menjadi musuh bagi para remaja atau yang mengalami masa pubertas. Hormon tubuh yang berubah tentu mempengaruhi kinerja tubuh, termasuk produksi minyak di lapisan kulit. Perubahan hormon yang memicu jerawat juga bisa terjadi menjelang datang bulan atau menstruasi dan saat hamil. Faktor lain yang turut memicu munculnya jerawat adalah kebiasaan tidak sehat seperti merokok, bahkan stres. Penggunaan kosmetik atau bahan kimia untuk kulit juga bisa memicu munculnya jerawat. Faktor yang paling mudah membuat seseorang berjerawat adalah kondisi lingkungan dan suhu udara yang terlalu panas.

  1. Penyumbatan folikel

Faktor-faktor di atas dapat memicu jerawat muncul pada wajah. Produksi sebum  atau minyak yang dibutuhkan untuk menjaga kelembaban kulit. Namun minyak tersebut dapat menjadi penyebab munculnya jerawat, apabila terjadi penyumbatan. Minyak atau sebum dapat tersumbat di dalam pori-pori kulit oleh berbagai faktor. Mulai dari kotoran atau debu yang membuat minyak menumpuk di dalam kulit. Terjadinya hiperkeratinasasi folikuler adalah tahapan pertama proses terjadinya jerawat. Kondisi sebun yang menumpuk karena folikel-folikel yang tersumbat. Sebum tersebut menjadikan propionibacterium acnes berkembang atau tumbuh dalam jumlah yang semakin banyak. Bakteri ini lah yang akan membuat peradangan sebelum akhirnya menjadi jerawat. Bakteri penyebab jerawat ini dapat tumbuh tanpa cadangan oksigen yang disebut sebagai kondisi anaerob.

  1. Peradangan kulit

Sebum terjebak di dalam kulit dan menjadi tempat pertumbuhan bakteri acnes. Membuat pemecahan sebum menjadi bentuk asam lemah bebas yang berlangsung terus-menurus. Kondisi tersebut oleh tubuh dianggap sebagai benda asing. Secara otomatis, tubuh akan melakukan penyerangan pada benda asing tersebut sebagai perlindungan diri. Aktivitas tubuh tersebut terlihat sebagai peradangan di kulit. Ruam merah sering disebut sebagai papul atau tahapan pembentukan jerawat saat kulit memerah. Selanjutnya kulit bisa muncul bintik-bintik kecil sebagai jerawat kecil. Jumlahnya bisa sedikit atau pun cukup banyak tergantung kondisi kulit dan lingkungan.

  1. Muncul benjolan di kulit

Pada tahap terakhir, jerawat muncul sebagai benjolan di kulit. Jerawat sendiri ada beberapa jenis, seperti komedo hingga pustul. Area kulit yang mengalami peradangan mulai membengkak dan muncul sebagai benjolan. Lama kelamaan benjolan tersebut bisa mengandung nanah. Pada kondisi tersebut, jerawat terasa sakit apabila disentuh. Pengobatan untuk jerawat yang tepat sangat dibutuhkan agar tidak semakin banyak dan bertambah parah. Umumnya jerawat terlihat di awal sebagai benjolan yang memiliki warna putih di dalamnya. Seringnya orang memencet jerawat tersebut untuk mengeluarkan isinya yang bisa saja nanah. Cara tersebut sebaiknya dihindari agar tidak memperparah peradangan di kulit sekitar jerawat.

Itulah beberapa proses terjadinya jerawat mulai dari penyumbatan folikel, peradangan, hingga muncul benjolan bernanah. Jerawat dapat dicegah dengan selalu memperhatikan kebersihan kulit, terutama saat akan tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *